Tampilkan postingan dengan label beban tak seimbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beban tak seimbang. Tampilkan semua postingan

27 Agustus 2009

Pengaturan Frekuensi Sistem Tenaga Listrik


Salah satu karakteristik pada sistem tenaga listrik yang sangat penting untuk dijaga kestabilannya adalah frekuensi. Pentingnya menjaga frekuensi berkaitan erat dengan upaya untuk menyediakan sumber energi yang berkualitas bagi konsumen. Pasokan energi dengan frekuensi yang berkualitas baik akan menhindarkan peralatan konsumen dari kerusakan (umumnya alat hanya dirancang untuk dapat bekerja secara optimal pada batasan frekuensi tertentu saja - 50 s.d 60 Hz).

Pengendalian frekuensi tidak semata untuk memuaskan pelanggan semata, tindakan ini juga bertujuan untuk menjaga kestabilan sistem. Bagaimanakah hubungan antara frekuensi dan kestabilan sistem? Beberapa baris tulisan berikut mungkin dapat menjelaskan hal ini.

Pertama kita lihat hubungan antara torsi mekanik (Tm), torsi elektrik (Te), jumlah total moment inersia dari rotor (J), dan percepatan angular dari rotor


Dari rumus diatas terlihat bahwa ketika :

  • Torsi mekanik = torsi elektrik maka Ta=0 yang berarti pula tidak ada percepatan yang dialami oleh rotor. Karena tidak ada percepatan, maka rotor berputar pada kecepatan yang tetap sehingga mengahasilkan tegangan dengan frekuensi yang konstan. Keadaan ini terjadi ketika tercapai keseimbangan antara jumlah energi yang dibangkitkan dengan energi yang diserap beban
  • Tm > Te maka tercipta kelebihan torsi sebesar Ta yang menyebabkan timbulnya percepatan rotor sebesar d2O/dt2sehingga frekuensi tegangan yang dibangkitkan naik sampai tercapai nilai tertentu dan tercipta keseimbangan baru antara Tm dan Te.
  • Tm < Te maka tercipta kekurangan torsi sebesar Ta yang menyebabkan timbulnya perlambatan rotor sebesar d2O/dt2sehingga frekuensi tegangan yang dibangkitkan turun sampai tercapai nilai tertentu di titik B dan tercipta keseimbangan baru antara Tm dan Te.

    Ilustrasi gambar dibawah menunjukan bahwa ketidakseimbangan antara pembangkitan dan beban akan menyebabkan frekuensi bergeser dari nilai normalnya. Dalam hal ini ketika Pembangkitan > beban maka frekuensi sistem akan > 50 Hz, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu perlu selalu dijaga keadaan yang seimbang antara pembangkitan dan beban agar tercipta frekuensi sitem yang normal 50 Hz.


    Penanganan ketika tejadi keadaan dimana frekuensi < 50 Hz dapat dilakukan dengan cara:
  • menambahkan jumlah total energi yang di suplai ke sistem melalui cara menambah unit pembangkit yang bekerja.
  • Memanfaatkan fasilitas LFC (load Frequency Control)/AGC yang mengendalikan putaran generator sesuai dengan fluktuasi beban. Ketika beban besar makan AGC akan memberikan bahan bakar lebih banyak agar unit pembangkit dapat membangkitkan energi sesuai yang dibutuhkab oleh beban
  • Apabila unit pembangkit sudah beroperasi maksimal, maka dengan terpaksa harus dilakukan pengurangan beban melalui manual load shedding (pembuangan beban) ataupun melaui relai UFR yang bekerja ketika frekuensi sistem berada dibawah nilai settingnya.
Pustaka :
Elements of Power System Analysis
Artkel lain? kunjungi student.te.ugm.ac.id/~budis02



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Beban tak seimbang, berpengaruh terhadap GFR??


Beberapa waktu yang lalu saya ditanya oleh seorang mahasiswa mengenai pengaruh beban tak seimbang terhadap unjuk kerja GFR. Apakah beban tak seimbang bias menyebabkan GFR trip? Berapa besar batas ketidak seimbangan beban yang tidak akan menyebabkan GFR trip?GFR mempunyai fungsi utama sebagai pengaman terhadap gangguan fasa tanah. Prinsip kerja GFR adalah dengan memantau arus residual (3I0). Pada saat keadaan beban tak seimbang maka arus residual akan selalu ada dan dirasakan oleh GFR. ARus residual akan menyebabkan GFR trip apabila melebihi batas nilai arus setting-nya.

Pada system dengan menggunaan pentanahan NGR 40 ohm arus setting GFR adalah sebesar 10% dari arus nominal NGR. Misal nya pada system tegangan 20 kV maka arus nominal NGR adalah

In NGR = 20 kv / (40 x 1.72) = 289 A

Maka setelan GFR pada penyulang adalah 28 A.

Simulasi dengan menggunakan simulink Matlab dibuat untuk membantu mempelajari kondisi beban tidak seimbang dan pengaruhnya terhadap GFR. Simulasi ini membantu untuk mengetahui apakah kondisi ketidak seimbangan beban bisa menyebabkan GFR trip, serta melihat berap lama waktu kerja GFR pada saat kondisi tersebut terjadi.



File matlab bisa di download di sini. Selamat mencoba , semoga bermanfaat



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More